8 Hal Penyebab Keriput
Menemukan perawatan yang terbaik
bagi kulit sudah menjadi tradisi utama bagi seorang wanita. Berbagai macam
produk mulai dari krim, serum, dan lotion telah dicoba demi keberhasilan yang
diinginkan.
Namun di antara beberapa problema
kulit, keriput menjadi momok yang paling ditakuti 8 dari 10 wanita di dunia. Menggunakan
obat saja belum cukup, di sini Anda akan tahu hal-hal apa saja yang dapat
berpotensi menimbulkan keriput bagi kulit Anda.
1. Di dalam mobil pun dapat beresiko
1. Di dalam mobil pun dapat beresiko
Jangan berpikir jika berada di dalam
mobil dapat membuat Anda terlindung dari sinar matahari. Justru, menurut
Ranella Hirsch MD, matahari dapat menembus jendela kaca Anda hanya dengan
beberapa jam saja. Sehingga, sinar UVA yang membuat kulit seseorang menjadi
keriput dapat langsung mengenai kulit Anda. Ditambahkan oleh dokter kulit
Boston tersebut, bahwa cerah tidaknya cuaca tetap dapat membuat sinar matahari
tembus ke jendela kaca. Ranella menyarankan, penggunaan tabir surya dengan UV
seimbang setiap hari adalah cara terbaik untuk menghindari pantulan sinar
matahari terhadap kulit Anda. Mengganti jendela kaca mobil dengan kaca gelap
pun, dapat menjadi alternatif kedua pencegahan kulit keriput bagi Anda.
2. Garis keturunan
Keriput bukan hanya sebuah proses
penuaan semata. Banyak di antara beberapa orang, mengalami keriput bahkan
ketika mereka belum memasuki masa tua. Hal ini yang membuat Alex A. Khadavi MD
sebagai pakar kulit di LA menyimpulkan, bahwa faktor genetik juga berpengaruh
dalam pengeriputan kulit. Ada baiknya sesekali Anda mengamati kulit dari orang
tua atau kakek nenek Anda. Dari sanalah dapat Anda bandingkan, di usia
berapakah keriput mulai timbul pada mereka. Sehingga Anda dapat memprediksi
kapan hal itu juga akan terjadi pada Anda. Namun, untuk meminimalis timbulnya
keriput pada kulit Anda, dengan teratur gunakan tabir surya yang mengandung
zinc atau titanium oksida. Setidaknya hal ini akan menunda proses kekeriputan
pada kulit Anda.
3. Posisi tidur miring
Di usia Anda kini, jaringan kolagen
yang terdapat pada kulit sudah tidak kuat dan kencang seperti saat remaja. Hal
ini menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Posisi tidur miring membuat kulit
bersentuhan dengan bantal yang Anda pakai. Sehingga, tanpa Anda sadari kulit
Anda telah membentuk garis-garis pada bagian itu. Menurut Neil Sadick, MD,
profesor dermatologi klinis di New York City, kulit di usia senja dapat berubah
bentuk dengan mudahnya, berbeda dengan kulit di saat remaja. Sehingga,
dianjurkan bagi Anda untuk mengubah posisi tidur miring, menjadi terlentang.
Pada saat Anda tidur terlentang, selain baik bagi peredaran darah di wajah
Anda, juga bagus bagi struktur kekencangan kulit Anda.
4. Cara Anda melihat
Seperti sebelumnya, bahwa di usia
yang tak lagi remaja, kulit cenderung sensitif. Mungkin Anda tidak pernah
menduga, bahwa cara Anda melihat pun dapat mempengaruhi timbulnya keriput.
Dikatakan oleh Dr. Hirsch, saat Anda melihat dengan memicingkan mata, atau
mengerutkan dahi, di saat inilah akan timbul garis-garis pada daerah sekitar
dahi Anda. Sehingga, jika Anda mempunyai masalah pada penglihatan Anda, ada
baiknya untuk segera diperiksakan. Jangan sampai buruknya penglihatan Anda berdampak
pada kulit halus Anda.
5. Kekurangan vitamin bagi kulit
Kurangnya asupan vitamin dalam tubuh
Anda dapat menimbulkan keriput. Jika Anda tidak menyukai buah dan sayuran, coba
pikirkan kembali. Buah dan sayuran, seperti raspberry, blueberry, paprika merah
dan bayam mengandung antioksidan yang dapat memungkinkan kulit Anda untuk lebih
terjaga dari rentan kekeriputan. Peran antioksidan sangat mempengaruhi
perbaikan hormon dalam kulit Anda. Sehingga dengan mengonsumsi buah dan
sayuran, juga makanan kaya akan vitamin C dan E, dapat mengembalikan cahaya dan
kekencangan kulit Anda.
6. Kurangnya minum air putih
Air putih tentunya sangat
menyehatkan bagi kesehatan tubuh kita. Tak hanya tubuh, bagi kulit pun air
mempunyai khasiat yang sangat bermanfaat. Kurangnya minum air putih, dapat
mengakibatkan tubuh menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi
kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar,
sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk memaksimalkan pencegahan
keriput, dianjurkan untuk minum air putih 8 - 10 gelas sehari.
7. Ekspresi wajah yang terlalu ekspresif
Terlepas dari umur atau genetika,
ekspresi Anda pada wajah, juga sangat mempengaruhi timbulnya keriput. Jika Anda
cenderung untuk menggunakan banyak ekspresi wajah, seperti mengerutkan kening,
tertawa lebar atau mengangkat otot-otot dahi dengan heran,kulit wajah cenderung
membentuk garis-garis yang telah ditimbulkan akibat ekspresi wajah Anda.
Perawatan yang sering menjadi alternatif dalam hal ini adalah, Botox, Restylane
atau Juvederm.
8. Kurangnya komponen kolagen
Kolagen adalah komponen utama lapisan
kulit dermis (bagian bawah epidermis) yang dibuat oleh sel fibroblast. Bilamana
produksi kolagen menurun seiring dengan bertambahnya usia, dampak yang
ditimbulkan adalah meningkatnya proses "kulit kering" serta sifat
elastisitasnya, sehingga kulit menjadi kendur. Oleh karena itu disarankan bagi
Anda untuk menggunakan serum kolagen. Serum ini berasal dari kolagen hewan dan
tumbuhan yang mengandung asam amino yang berfungsi untuk menambah nutrisi pada
kulit. Sehingga kulit akan terasa kencang dan lembut. Keriput atau proses
penuaan tidak hanya terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas, di usia 20
tahun pun dapat berpotensi mengalami keriput. Cegahlah pengeriputan sejak dini,
agar kulit Anda tampak cantik dan segar setiap saat. (wo/io/bee)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar