Rabu, 07 November 2012

Definisi HIV/AIDS


HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) DAN ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)
A.     PENGERTIAN, CARA PENULARAN DAN GEJALA

1.    Asal HIV/AIDS
-          belum diketahui dari mana dan kapan HIV/AIDS muncul
2.    Penemu HIV/AIDS
-          Dr. Luc Montaigner, dkk
-          Dr. Robert Gallo
-          J. Levy
-          Komisi Taksonomi International
3.    Pengertian HIV/AIDS
HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan kita untuk melawan segala penyakit yang datang. Namun demikian, orang yang tertular HIV dalam tubuhnya selama bertahun-tahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang serius.
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang. Ini artinya orang yang mengidap AIDS sangat mudah tertular berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan di dalam tubuhnya menurun.
4.    Cara Penularan HIV/AIDS
Ø  HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu:
     Darah
     Cairan Mani
     Cairan Vagina
     Air Susu Ibu (ASI)
Ø  Cara penularan HIV melalui:
     Hubungan seks
     Transfusi Darah
-            Menggunakan darah yang tercemar virus HIV
     Penggunaan Jarum Suntik
-            Menggunakan jarum suntik yang tidak steril (tercemar virus HIV)
-            Menggunakannya secara bergantian
     Ibu Hamil kepada bayinya
-            Antenatal (sebelum bersalin)
-            Intranatal (ketika bersalin)
-            Postnatal (setelah bersalin)
Ø  HIV tidak menular melalui:
-            Bersentuhan
-            Berciuman, bersalaman dan berpelukan
-            Penggunaan peralatan makan dan minuman yang sama
-            Penggunaan kamar mandi atau jamban yang sama
-            Kolam renang
-            Gigitan nyamuk
-            Tinggal serumah atau hidup bersama
-            Duduk bersama dalam satu ruangan yang tertutup
5.    Gejala
Gejala penyakit HIV/AIDS yang timbul sesuai dengan perjalanan penyakit HIV/AIDS itu sendiri, yaitu:
a.       Fase I (Masa Jendela/Window Period)
Fase dimana tubuh sudah terinveksi HIV, namun gejala dan tanda belum terlihat jelas, kadang kala dalam bentuk influenza. Tetapi pada fase ini sudah dapat menularkan pada orang lain. Lama masa jendela antara 1-3 bulan, bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan.
b.      Fase II (Masa Tanpa Gejala/Asimptomatik)
Masa tanpa gejala berlangsung rata-rata selama 2 atau 5-10 tahun setelah terinveksi HIV. Hasil tes darah terhadap HIV sudah positif, tetapi belum menunjukan gejala-gejala sakit. Orang ini dapat menularkan HIV pada orang lain.
c.       Fase III (Masa dengan Gejala/Simptomatik)
Virus HIV sudah menyebar di dalam darah dan system kekebalan menurun. Pada fase ini biasanya mulai muncul gejala-gejala penyakit terkait HIV seperti:
     Pembengkakkan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh
     Diare terus-menerus
     Flu tidak sembuh-sembuh
     Berat badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan
     Kerinat dingin berlebihan pada malam hari
d.      Fase IV (AIDS)
Pada fase AIDS ini kekebalan tubuh menurun dan timbul penyakit tertentu yang disebut dengan infeksi Oportunisik, antara lain:
     Infeksi kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)
     Infeksi paru-paru (seringnya TBC)
     Infeksi usus yang menyebabkan diare parah selama berminggu-minggu.
     Infeksi otak yang menyebabkan kekacauan mental, kelumpuhan
     Infeksi jamur pada tenggorokan

B.     Pencegahan, Deteksi dan Pengobatan
1.    Cara Pencegahan HIV/AIDS
Cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS adalah dengan :
       Abstinensia
       Be Faithfull
       Condom
       Drug
       Equipment
2.    Cara Mendeteksi HIV/AIDS
Dengan melakukan tes darah sesuai tahapan perkembangan penyakitnya.
3.    Pengobatan HIV/AIDS
Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS, namun dlam pengobatannya HIV/AIDS digunakan paling sedikit tiga kombinasi obat dengan tujuan supaya obat bisa bekerja secara efektif. Kombinasi obat tersebut dikenal sebagai terapi Antiretroviral (ARV) atau ART.

Tidak ada komentar: