HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)
DAN ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)
A.
PENGERTIAN,
CARA PENULARAN DAN GEJALA
1.
Asal
HIV/AIDS
-
belum
diketahui dari mana dan kapan HIV/AIDS muncul
2.
Penemu
HIV/AIDS
-
Dr.
Luc Montaigner, dkk
-
Dr.
Robert Gallo
-
J.
Levy
-
Komisi
Taksonomi International
3.
Pengertian
HIV/AIDS
HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS
(HIV) adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh
manusia dan melemahkan kemampuan kita untuk melawan segala penyakit yang
datang. Namun demikian, orang yang tertular HIV dalam tubuhnya selama
bertahun-tahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang
serius.
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY
SYNDROME (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan
diri yang disebabkan oleh masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang. Ini artinya
orang yang mengidap AIDS sangat mudah tertular berbagai macam penyakit karena
sistem kekebalan di dalam tubuhnya menurun.
4.
Cara
Penularan HIV/AIDS
Ø
HIV
terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi hanya bisa menular melalui
cairan tubuh tertentu, yaitu:
• Darah
• Cairan Mani
• Cairan Vagina
• Air Susu Ibu (ASI)
Ø
Cara
penularan HIV melalui:
•
Hubungan
seks
•
Transfusi
Darah
-
Menggunakan
darah yang tercemar virus HIV
•
Penggunaan
Jarum Suntik
-
Menggunakan
jarum suntik yang tidak steril (tercemar virus HIV)
-
Menggunakannya
secara bergantian
•
Ibu
Hamil kepada bayinya
-
Antenatal
(sebelum bersalin)
-
Intranatal
(ketika bersalin)
-
Postnatal
(setelah bersalin)
Ø
HIV
tidak menular melalui:
-
Bersentuhan
-
Berciuman,
bersalaman dan berpelukan
-
Penggunaan
peralatan makan dan minuman yang sama
-
Penggunaan
kamar mandi atau jamban yang sama
-
Kolam
renang
-
Gigitan
nyamuk
-
Tinggal
serumah atau hidup bersama
-
Duduk
bersama dalam satu ruangan yang tertutup
5.
Gejala
Gejala penyakit HIV/AIDS yang
timbul sesuai dengan perjalanan penyakit HIV/AIDS itu sendiri, yaitu:
a.
Fase
I (Masa Jendela/Window Period)
Fase dimana tubuh sudah
terinveksi HIV, namun gejala dan tanda belum terlihat jelas, kadang kala dalam
bentuk influenza. Tetapi pada fase ini sudah dapat menularkan pada orang lain.
Lama masa jendela antara 1-3 bulan, bahkan ada yang berlangsung hingga 6 bulan.
b.
Fase
II (Masa Tanpa Gejala/Asimptomatik)
Masa tanpa gejala berlangsung
rata-rata selama 2 atau 5-10 tahun setelah terinveksi HIV. Hasil tes darah
terhadap HIV sudah positif, tetapi belum menunjukan gejala-gejala sakit. Orang
ini dapat menularkan HIV pada orang lain.
c.
Fase
III (Masa dengan Gejala/Simptomatik)
Virus HIV sudah menyebar di dalam
darah dan system kekebalan menurun. Pada fase ini biasanya mulai muncul
gejala-gejala penyakit terkait HIV seperti:
•
Pembengkakkan
kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh
•
Diare
terus-menerus
•
Flu
tidak sembuh-sembuh
•
Berat
badan terus menurun sebesar >10% dari berat badan awal dalam waktu 1 bulan
•
Kerinat
dingin berlebihan pada malam hari
d.
Fase
IV (AIDS)
Pada fase AIDS ini kekebalan
tubuh menurun dan timbul penyakit tertentu yang disebut dengan infeksi
Oportunisik, antara lain:
•
Infeksi
kulit (seringnya Sarkoma Kaposi)
•
Infeksi
paru-paru (seringnya TBC)
•
Infeksi
usus yang menyebabkan diare parah selama berminggu-minggu.
•
Infeksi
otak yang menyebabkan kekacauan mental, kelumpuhan
•
Infeksi
jamur pada tenggorokan
B.
Pencegahan,
Deteksi dan Pengobatan
1. Cara Pencegahan HIV/AIDS
Cara pencegahan agar tidak
tertular HIV/AIDS adalah dengan :
•
Abstinensia
•
Be
Faithfull
•
Condom
•
Drug
•
Equipment
2. Cara Mendeteksi HIV/AIDS
Dengan melakukan tes darah sesuai
tahapan perkembangan penyakitnya.
3. Pengobatan HIV/AIDS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar