BENCANA
A.
Pengertian
Bencana adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
menyebabkan gangguan serius pada masyarakat sehingga menyebabkan korban jiwa
serta kerugian yang meluas pada kehidupan manusia baik dari segi materi,
ekonomi maupun lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakat tersebut untuk
mengatasi menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Dari pengertian di atas,
bencana merupakan sebuah peristiwa yang terjadi karena bertemunya ancaman dari
luar terhadap kehidupan manusia dengan kerentanan, yaitu tingkat kerugian dari
elemen tertentu atau serangkaian elemen yang beresiko diperkirakan muncul
sebagai akibat dari dampak suatu bahaya bencana. Jadi ketika ancaman berdampak
merugikan manusia dan lingkungan, dan tidak adanya kemampuan masyarakat untuk
menanggulanginya maka peristiwa itu disebut dengan bencana.
Berdasarkan penyebab bahayanya, bencana dapat
dikategorikan menjadi tiga, yaitu bencana alam, bencana sosial dan bencana
campuran. Bencana alam disebabkan oleh kejadian-kejadian alamiah seperti gempa
bumi, tsunami, angin topan, gunung meletus. Bencana sosial atau bencana buatan
manusia, yaitu hasil tindakan langsung maupun tidak langsung manusia seperti
perang, konflik sosial, terorisme dan kegagalan teknologi. Bencana dapat
terjadi karena alam dan aktivitas manusia sekaligus yang dikenal sebagai
bencana campuran atau kompleks, seperti banjir dan kekeringan merupakan
peristiwa alam biasa menajdi bencana karena campur tangan manusia melalui
penggundulan hutan, perubahan daya guna lahan dll.
Bencana yang disebabkan fenomena alam seperti gempa
bumi, badai tropis atau letusan gunung berapi menyerangnya tanpa peringatan
atau hanya sedikit memberikan peringatan melalui tanda-tanda/sinyal namun
dampak yang diakibatkan sangat merugikan aktivitas manusia dan sistem
ekonomi.Demikian pula bencana sosial yang tidak secara langsung disengaja,
seperti kecelakaan nuklir, kebakaran dikawasan perumahan, kecelakaan industri
berlangsung cepat, sehingga sering berdampak kerugian yang sangat besar.
B.
Bencana
Gempa Bumi
Gempa bumi dapat terjadi
karena gesekan antar lempeng- lempeng atau pergeseran lempeng di bawah
permukaan bumi yang dikenal gempa tektonik. Pergesekan ini mengeluarkan energi
yang luar biasa besar dan menimbulkan goncangan di permukaan bumi. Indonesia sangat
rawan gempa karena secara geografis berada dekat dengan lempenglempeng yang
aktif dan saling berhubungan satu sama lain Gempa bumi dapat pula disebabkan
aktivitas gunung berapiyang dsebut gempa vulkanik. Wilayah
Indonesia yang terdapat
gunung berapi aktif sangat rawan terjadi gempa vulkanik.Gempa bumi di
Yogyakarta dan Padang salah satu contoh gempa bumi tektonik yang terjadi jauh
di kedalaman laut, namun getaran dan kerusakan yang ditimbulkan di permukaan
bumi sangat dasyat.
1.
Dampak Gempa Bumi
Gempa bumi
dapat menyebabkan kerusakan sarana seperti bangunan jembatan dan jalan-jalan
yang besar dan luas. Gempa juga dapat diikuti bencana alam berbahaya seperti
tanah longsor dan tsunami. Korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa
bagian-bagian bangunan roboh atau obyek berat lain seperti pohon dan tiang
listrik. Orang sering terperangkap dalam bangunan runtuh. Gempa bumi sering
diikuti oleh gempa susulan dalam beberapa menit, jam, hari atau bahkan minggu
setelah gempa yang pertama, walaupun sering tidak sekuat yang pertama. Ancaman
gempa susulan adalah runtuhnya bangunan yang telah goyah dan rusak akibat gempa
pertama.
2.
Tindakan
Kesiapsiagaan
Tindakan
kesiapsiagaan adalah merencanakan kegiatan antisipasi menghadapi bencana.
Tindakan ini tidak hanya mencakup perencanaan fisik bangunan belaka, melainkan
juga kesigapan atau pengambilan sikap cepat dan tepat oleh setiap orang dengan
mengetahui apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi bila situasi
darurat terjadi serta tidak panik. Kepanikan pada situasi darurat sering
mempertinggi resiko korban manusia maupun harta. Tindakan kesiapsiagaan masih
rendah untuk dipahami dan dilatih, biasanya dilakukan secara serentak setelah
peristiwa terjadi.
Prediksi
Gempa bumi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1.
Prediksi tradisional
1.1
Terdapat goyangan-goyangan halus terhadap bangunan-bangunan
1.2
Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal
misalnya gelisah
1.3
Air sumur keruh dan berbau tidak enak
2.
Prediksi dengan peralatan dan metode ilmiah
2.1 Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah
beresiko yang dipelajari lewat studi dampak historis dan lempeng tektonik
2.2
Memonitor aktifitas seismic dengan menggunakan seismogram dan
instrument lain
2.3
Menggunakan observasi ilmiah dan memonitor tingkat seismic global
Beberapa
tindakan yang dapat dijadikan pedoman pada saat terjadi gempa bumi adalah:
1.
Bila Anda berada dalam bangunan, cari tempat perlindungan,
misalnya di bawah meja yang kuat. Hindari jendela dan bagian rumah yang terbuat
dari kaca. Gunakan bangku, meja atau perlengkapan rumah tangga yang kuat
sebagai perlindungan.
2.
Tetap di tempat namun bersiap untuk pindah. Tunggu sampai
goncangan berhenti dan aman untuk bergerak.
3.
Menjauhlah dari jendela kaca, perapian, kompor atau peralatan
rumah tangga yang mungkin akan jatuh. Tetap di dalam untuk menghindari terkena
pecahan kaca atau bagian-bagian bangunan.
4.
Jika malam hari dan Anda di tempat tidur, jangan lari keluar. Cari
tempat yang aman di bawah tempat tidur atau meja yang kuat dan tunggu gempa
berhenti. Jika gempa sudah berhenti, periksa anggota keluarga dan carilah
tempat yang aman.
5.
Ada baiknya kita mempunyai lampu senter dekat tempat tidur. Saat
gempa malam hari, alat murah ini sangat berguna untuk menerangi jalan mencari
tempat aman, terutama bila listrik padam akibat gempa. Lilin dan lampu gas
sangat berbahaya, dan sebaiknya tidak digunakan.
6.
Jika Anda berada di tengah keramaian, cari perlindungan. Tetap
tenang dan mintalah yang lain untuk tenang juga. Jika sudah aman, berpindahlah
ke tempat yang terbuka, jauh dari pepohonan besar atau bangunan. Waspada akan
kemungkinan gempa susulan.
7.
Jika Anda di luar, cari tempat terbuka, jauh dari bangunan, pohon
tinggi dan jaringan listrik.
8.
Hindari rekahan akibat gempa yang bisa sangat berbahaya.
9.
Jika Anda mengemudi, berhentilah jika aman, tapi tetap dalam
mobil.
10.
Menjauhlah dari jembatan, jembatan layang atau terowongan.
Pindahkan mobil jauh dari lalu lintas. Jangan berhenti dekat pohon tinggi,
lampu lalu lintas atau tiang listrik.
11.
Jika Anda di pegunungan, dekat dengan lereng atau jurang yang
rapuh, waspadalah dengan batu atau tanah longsor yang runtuh akibat gempa.
12.
Jika Anda di pantai, segeralah berpindah ke daerah yang tinggi
atau berjarak beberapa ratus meter dari pantai. Gempa bumi dapat menyebabkan
tsunami selang beberapa menit atau jam setelah gempa dan menyebabkan kerusakan
yang hebat.
C.
BENCANA
TSUNAMI
Tsunami adalah gelombang besar yang
diakibatkan oleh pergeseran bumi di dasar laut. Kata tsunami berasal dari
bahasa Jepang yang berarti “gelombang pelabuhan” karena bencana ini hanya
terjadi di wilayah pesisir. Kapan tsunami terjadi? Tsunami bisa terjadi kapan
saja, pada saat musim hujan ataupun musim kemarau baik siang maupun malam hari.
Dampak yang diakibatkan bencana tsunami sangat luar biasa baik jiwa maupun
harta. Kerugian besar banyak terjadi karena bencana tsunami yang mendadak dan
banyak masyarakat tidak menyadari datangnya bencana serta kekuatan bencana
sangat besar.
1.
Tindakan
Kesiapsiagaan
Tindakan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami adalah mengenali
gejala yang mungkin terjadi. Tanda peringatan akan terjadinya bencana tsunami
antara lain adalah:
a)
Pada
umumnya diawali gempa bumi yang sangat kuat, bisa lebih dari 6 skala Richter,
berlokasi di bawah laut. Anda dapat merasakan gempa tersebut jika berada dekat
dengan pusat gempa. Namun tsunami bisa tetap terjadi meskipun Anda tidak
merasakan goncangan.
b)
Bila
Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu
tanda gelombang raksasa akan datang (merupakan tanda peringatan datangnya
tsunami).
c)
Hembusan
angin berbau air laut yang keras.
d)
Tsunami
adalah rangkaian gelombang, bukan gelombang pertama yang besar dan mengancam,
tetapi beberapa saat setelah gelombang pertama akan menyusul gelombang yang
jauh lebih besar.
e)
Bila
Anda melihat laut menjadi berwarna gelap atau mendengar suara gemuruh lebih
keras dari biasanya, itu dapat berarti gelombang tsunami sedang mendekat.
2.
Tindakan
Saat Terjadi Tsunami
Mengurangi dampak dari tsunami
berdasarkan pengalaman atau melihat peristiwa di wilayah lain dapat berupa
tindakan preventif dan tindakan saat terjadi tsunami. Secara preventif
disarankan untuk menanam tanaman yang mampu menahan gelombang seperti bakau, palem,
ketapang, waru, beringin atau jenis lainnya. Ikuti tata guna lahan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah setempat. Membuat bangunan bertingkat dengan ruang
aman di bagian atas, bagian dinding yang lebar usahakan tidak sejajar dengan
garis pantai. Hindari bertempat tinggal di daerah tepi pantai yang landai
kurang dari 10 meter dari permukaan laut. Berdasarkan penelitian, daerah ini
merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana tsunami,
badai dan angin ribut. Tindakan saat terjadi tsunami perlu diperhatikan
beberapa prinsip-prinsip cara penyelamatan diri :
a)
Bila
sedang berada di pantai atau dekat laut dan merasakan bumi bergetar, segera
berlari ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai. Naik ke lantai yang lebih
tinggi, atap rumah atau memanjat pohon. Tidak perlu menunggu peringatan
tsunami.
b)
Tsunami
dapat muncul melalui sungaidekat laut, jadi jangan berada di sekitarnya.
c)
Selamatkan
diri anda, bukan barang anda.
d)
Jangan
hiraukan kerusakan di sekitar, teruslah berlari.
e)
Jika
terseret tsunami, carilah benda terapung yang dapat digunakan sebagai rakit.
f)
Saling
tolong-menolong, ajaklah tetangga tinggal di rumah anda, bila rumah Anda
selamat.
g)
Utamakan
anak-anak, wanita hamil, orang jompo dan orang cacat.
h)
Selamatkan
diri melalui jalur evakuasi tsunami ke tempat evakuasi yang sudah disepakati
bersama.
i)
Tetaplah
bertahan di daerah ketinggian sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak
berwenang tentang keadaan aman.
j)
Jika
anda berpegangan pada pohon saat gelombang tsunami berlangsung jangan
membelakangi arah laut supaya terhindar dari benturan benda benda yang dibawa
oleh gelombang. Anda dapat membalikkan badan saat gelombang berbalik arah
kembali ke laut.
k)
Tetap
berpegangan kuat hingga gelombang benar-benar reda.
3.
Tindakan
Setelah Tsunami
Tindakan setelah terjadi bencana
adalah sangat penting segera dilakukan untuk menghindari kecelakaan lain akibat
kelalaian, seperti tersengat listrik, terperosok, atau tertimpa reruntuhan
susulan. Tindakan ini juga sebagai upaya bangkit kembali ke kehidupan baru,
oleh karena itu perlu diketahui beberapa hal:
a)
Hindari
instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan kerusakan
kepada PLN.
b)
Hindari
memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman.
c)
Jauhi
reruntuhan bangunan.
d)
Laporkan
diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga keagamaan!
e)
Upayakan
penampungan sendiri kalau memungkinkan. Ajaklah sesama warga untuk melakukan
kegiatan yang positif. Misalnya mengubur jenazah, mengumpulkan benda-benda yang
dapat digunakan kembali, sembahyang bersama, dan lain sebagainya. Segera
melakukan pendataan, tindakan ini akan dapat menolong kita untuk segera
bangkit, dan membangun kembali kehidupan.
f)
Bila
diperlukan, carilah bantuan dan bekerjasama dengan sesama serta lembaga
pemerintah, adat, keagaamaan atau lembaga swadaya masyarakat.
g)
Ceritakan
tentang bencana ini kepada keluarga, anak, dan teman Anda untuk memberikan
pengetahuan yang jelas dan tepat. Ceritakan juga apa yang harus dilakukan bila
ada tanda-tanda tsunami akan datang.
D.
BENCANA
TANAH LONGSOR
Tanah longsor adalah runtuhnya tanah
secara tiba-tiba atau pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara
tibatiba atau secara berangsur yang umumnya terjadi di daerah terjal dan tidak
stabil. Faktor lain yang mempengaruhi. Terjadinya bencana ini adalah lereng
yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Hujan deras adalah
pemicu utama terjadinya tanah longsor (Gambar 7.4), tetapi tanah longsor dapat
juga disebabkan oleh gempa atau aktifitas gunung api. Aktivitas manusia bisa
menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang
tidak terkendali, pengurangan atau mengubah vegetasi di lereng-lereng dengan
tanaman produktif yang tak mampu menahan beban tanah.
Gejala umum terjadi bencana longsor
antara lain:
a)
Muncul
retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
b)
Muncul
air secara tiba-tiba dari permukaan tanah di lokasi baru.
c)
Air
sumur di sekitar lereng menjadi keruh.
d)
Tebing
rapuh dan kerikil mulai berjatuhan seperti Gambar 7.5.
1.
Tindakan
Kesiapsiagaan
Tindakan kesiapsiagaan selalu
diperlukan terhadap bencana yang mengancam kehidupan kita dengan mempelajari
peristiwa yang pernah terjadi, memperhatikan wilayah rawan longsor dan upaya
preventif yang dapat mencegah terjadinya longsor. Manusia harus menyadari bahwa
tanah dan material lainya yang berada di lereng dapat runtuh dan mengubur
manusia, binatang, rumah, kebun, jalan dan semua yang berada di jalur
longsornya tanah. Kecepatan luncuran tanah longsor, terutama pada posisi yang
terjal, bisa mencapai 75 kilometer per jam. Sulit untuk menyelamatkan diri dari
tanah longsor tanpa pertolongan dari luar. Manusia mampu mengeksplotasi alam
secara maksimum, namun perlu disadari bahwa alam memiliki kekuatan untuk
berbuat sesuai kemauannya. Manusia harus tetap waspada terhadap bencana tanah
longsor antara lain memperhatikan wilayah yang rawan terjadi tanah longsor,
seperti:
a)
Pernah
terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut
b)
Berada
pada daerah yang terjal dan gundul
c)
Merupakan
daerah aliran air hujan
d)
Tanah
tebal atau sangat gembur pada lereng yang menerima curah hujan tinggi.
Upaya preventif
yang dapat dilakukan terhadap ancaman tanah longsor:
a)
Tidak
menebang atau merusak hutan.
b)
Melakukan
penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat, seperti nimba, bambu, akar wangi,
lamtoro, dsb., pada lereng-lereng yang gundul. Membuat saluran air hujan.
c)
Membangun
dinding penahan di lereng-lereng yang terjal.
d)
Memeriksa
keadaan tanah secara berkala.
e)
Mengukur
tingkat kederasan hujan.
2.
Tindakan Terhadap
Bencana Tanah Longsor
Tindakan cepat
bila kita mengalami tanah longsor adalah :
a)
Tidak
panik dan menenangkan keluarga.
b)
Segera
keluar dari daerah longsoran atau aliran reruntuhan/puing ke area yang lebih
stabil.
c)
Bila
melarikan diri tidak memungkinkan, lingkarkan tubuh anda seperti bola dengan
kuat dan lindungi kepala Anda. Posisi ini akan memberikan perlindungan terbaik
untuk badan Anda.
Adapun tindakan yang seharusnya kita lakukan setelah bencana tanah
longsor terjadi adalah:
a)
Hindari
daerah longsoran, dimana longsor susulan dapat terjadi.
b)
Periksa
korban luka dan korban yang terjebak longsor tanpa langsung memasuki daerah
longsoran.
c)
Bantu
arahkan SAR ke lokasi longsor. d) Bantu tetangga yang memerlukan bantuan
khususnya anak-anak, orang tua dan orang cacat.
d)
Dengarkan
siaran radio lokal atau televisi untuk informasi keadaan terkini.
e)
Waspada
akan adanya banjir atau aliran reruntuhan setelah longsor.
f)
Laporkan
kerusakan fasilitas umum yang terjadi kepada pihak yang berwenang.
g)
Periksa
kerusakan pondasi rumah dan tanah di sekitar terjadinya longsor.
h)
Tanami
kembali daerah bekas longsor atau daerah di sekitarnya untuk menghindari erosi
yang telah merusak lapisan atas tanah yang dapat menyebabkan banjir banding.
i)
Mintalah
nasihat untuk mengevaluasi ancaman dan teknik untuk mengurangi risiko tanah
longsor.
E.
Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar