Alpukat Bikin Tubuh Gemuk = Mitos
Bagi wanita yang ingin berdiet
sering kali menghindari konsumsi alpukat. Mereka percaya bahwa buah ini
mengandung lemak. Padahal, anggapan tersebut hanya mitos belaka.
Alpukat memang mengandung lemak yang
tinggi namun dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal. Alih-alih disebut sebagai
buah yang patut dihindari, asam lemak tak jenuh pada alpukat ini dapat
memperbaiki kadar kolesterol dan memproteksi kerusakan arteri.
Asam lemak yang banyak terkandung
dalam alpukat adalah asam oleat (seperti asam lemak yang terdapat di minyak
zaitun). Asam lemak ini bekerja sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi
pembuluh darah dari kerusakan akibat kolesterol jahat.
Alpukat juga banyak mengandung
glutation yang merupakan antioksidan kuat. Antioksidan ini berperan dalam
mencegah kerusakan pembuluh darah sehingga menghindarkan kita dari penyakit
jantung, stroke, serta kanker.
Mengonsumsi alpukat dipertegas tidak
akan menyebabkan kegemukan, tapi justru bagus bagi kesehatan karena menurunkan
kolesterol.
Konsumsi alpukat 200 gram per hari
terbukti tidak meningkatkan berat badan, justru menurunkan kolesterol. Alpukat
mengandung kolesterol tinggi seperti almon dan minyak zaitun. Sebuah penelitian
melaporkan bahwa pria yang tiga bulan makan alpukat, kadar kolesterol LDL-nya
akan turun sampai 12 persen.
Jadi, anggapan bahwa alpukat itu
harus dihindari bagi orang yang kolesterolnya tinggi atau gemuk adalah tidak
benar. Alpukat itu sendiri nyatanya sangat bermanfaat bagi tubuh. Zubairi
memperingatkan, bahwa yang harus diperhatikan adalah cara penyajiannya,
misalnya hindari penambahan susu kental manis jika Anda minum jus alpukat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar