Kamis, 29 November 2012

Mitos Alpukat



Alpukat Bikin Tubuh Gemuk = Mitos

Bagi wanita yang ingin berdiet sering kali menghindari konsumsi alpukat. Mereka percaya bahwa buah ini mengandung lemak. Padahal, anggapan tersebut hanya mitos belaka.
Alpukat memang mengandung lemak yang tinggi namun dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal. Alih-alih disebut sebagai buah yang patut dihindari, asam lemak tak jenuh pada alpukat ini dapat memperbaiki kadar kolesterol dan memproteksi kerusakan arteri.
Asam lemak yang banyak terkandung dalam alpukat adalah asam oleat (seperti asam lemak yang terdapat di minyak zaitun). Asam lemak ini bekerja sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat kolesterol jahat.

Alpukat juga banyak mengandung glutation yang merupakan antioksidan kuat. Antioksidan ini berperan dalam mencegah kerusakan pembuluh darah sehingga menghindarkan kita dari penyakit jantung, stroke, serta kanker.
Mengonsumsi alpukat dipertegas tidak akan menyebabkan kegemukan, tapi justru bagus bagi kesehatan karena menurunkan kolesterol.
Konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan berat badan, justru menurunkan kolesterol. Alpukat mengandung kolesterol tinggi seperti almon dan minyak zaitun. Sebuah penelitian melaporkan bahwa pria yang tiga bulan makan alpukat, kadar kolesterol LDL-nya akan turun sampai 12 persen.
Jadi, anggapan bahwa alpukat itu harus dihindari bagi orang yang kolesterolnya tinggi atau gemuk adalah tidak benar. Alpukat itu sendiri nyatanya sangat bermanfaat bagi tubuh. Zubairi memperingatkan, bahwa yang harus diperhatikan adalah cara penyajiannya, misalnya hindari penambahan susu kental manis jika Anda minum jus alpukat.

Tidak ada komentar: