Mengapa
Kurang Tidur Sebabkan Gemuk
Kegemukan adalah salah satu hal yang
selalu kita hindari. Ini sebabnya banyak orang melakukan diet untuk menghindari
hal ini. Selain mengurangi kepercayaan diri, kegemukan juga dapat menjadi salah
satu sumber penyakit. Namun, tahukah anda bahwa kegemukan bukan hanya
disebabkan makanan, tetapi dapat juga disebabkan oleh kurang tidur.
Kurang tidur memang tidak secara
langsung akan menyebabkan kegemukan. Tapi hal-hal yang menyertainyalah yang
bisa menyebabkan bertambahnya berat badan.
Ketika kita kekurangan tidur, badan
cenderung akan merasa lelah, sehingga nafsu makan akan bertambah. Biasanya
ketika seseorang memutuskan untuk makan pada malam hari, ia akan memilih
makanan yang tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. Hal ini disebabkan ketika
kita kekurangan tidur menyebabkan kita menjadi mudah mengikuti keinginan
sendiri. Sehingga, secara perlahan jika seseorang kekurangan kerap kali
kekurangan tidur, kalori pun akan bertumpuk.
Menurut Michael Breus, spesialis
kelainan tidur,metabolisme tubuh akan terganggu jika kekurangan waktu
istirahat. Gangguan ini akan menyebabkan produksi hormon kortisol yang memicu
peningkatan nafsu makan. Selain itu hormon ghrelin juga akan dilepaskan akibat
kurangnya kemampuan tubuh dalam memproduksi energi. Hormon ini akan memberikan
sinyal lapar pada otak sehingga pada akhirnya akan meningkatkan nafsu makan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
orang-orang yang tidur kurang dari 4 jam, sebanyak 73 persen lebih
mungkin untuk memperoleh kelebihan berat badan, sementara membatasi tidur dapat
mengakibatkan nafsu makan bertambah sampai dengan 900 kalori ekstra per hari.
Oleh karena itu, untuk menghindari
kegemukan dan untuk menjaga kesehatan. Kita dianjurkan untuk tidur selama 7,5
jam pada malam hari. Jika anda mengalami kesulitan tidur, lakukanlah kegiatan
malam yang rutin, seperti olahraga di malam hari, menulis jurnal untuk
mengurangi kecemasan dan tetapkan aktivitas sebelum tidur dengan relaksasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar